Primary tabs

Upaya Pemenuhan Kebutuhan Informasi bagi Pemustaka Melalui Penelusuran Naskah Kuno

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan khazanah budaya peninggalan masa lampau. Salah satu diantaranya adalah peninggalan dalam bentuk naskah-naskah lama dalam bentuk tulisan tangan. Naskah peninggalan masa lampau dapat dijumpai hampir di setiap daerah di Indonesia. Jumlah naskah peninggalan masa lalu tersebut sangat bervariasi dan dikenal dengan sebutan naskah kuno nusantara.

Namun, naskah-naskah kuno milik Indonesia banyak diincar oleh asing. Meski sudah ada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya yang mengatur tentang larangan penjualan benda-benda cagar budaya, termasuk di dalamnya naskah-naskah kuno. Pada kenyataannya praktiknya masih terus terjadi.

Naskah kuno mengandung berbagai informasi penting yang harus diungkap dan disampaikan kepada masyarakat. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu provinsi penyebaran naskah kuno yang keberadaannya tersebar di wilayah kabupaten maupun kota.

Tim dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berupaya melakukan penelusuran dan penggalian naskah kuno yang tersebar di Kabupaten/kota tersebut. Daerah yang menjadi objek penggalian dan sudah ditelusuri tim naskah kuno adalah Desa Kimak Kabupaten Bangka, Desa Badau Kabupaten Belitung, Desa Penutuk Kabupaten Bangka Selatan, Sumur Dewi Kwan Yin, Kabupaten Bangka, dan Desa Namang Kabupaten Bangka Tengah serta Kesultanan Ternate dan Tidore Provinsi Maluku Utara.

Tim penelusuran dan penggalian naskah kuno menemukan naskah-naskah kuno yang ditulis dalam bahasa aksara non-Latin dan bahasa daerah. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam memahami kesulitan dan fisik naskah. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membeli alat scanner yang berguna untuk mengungkap dan menyampaikan informasi yang terkandung di dalam naskah, kemudian disampaikan kepada masyarakat dalam upaya pemenuhan informasi bagi pemustaka perpustakaan.

Naskah kuno merupakan koleksi langka yang dimiliki suatu perpustakaan. Di beberapa daerah, koleksi naskah kuno merupakan koleksi unggulan serta jarang ditemukan di perpustakaan lain. Naskah kuno juga menjadi favorit bagi para peneliti dan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhirnya seperti pembuatan skripsi, tesis dan disertasi.

Naskah kuno yang ditulis dengan tangan dan tidak ada copy (duplikatnya) membuat koleksi ini unik, langka dan menjadi salah satu sumber informasi yang memiliki nilai-nilai luhur sejarah serta dapat dijadikan pedoman untuk peningkatan kecerdasan intelektual, spiritual dan emosional bangsa Indonesia. Naskah kuno yang diperoleh tim penelusuran dan penggalian naskah kuno dengan berbagai bahasa, aksara ini perlu diselamatkan serta dijaga kelestariannya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan scanning naskah dan menggandakan, serta membukukannya.

Salah satu dukungan pemerintah pusat dalam hal ini Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (RI) memberikan bantuan dana untuk pembangunan Gedung layanan Perpustakaan ke Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Layanan gedung perpustakaan tersebut terdiri dari 4 (empat) lantai. Penggunaan untuk lantai 3 (tiga) tersebut, dimanfaatkan untuk memajang koleksi naskah kuno serta berbagai area perpustakaan lainnya.

Bidang Pelestarian Koleksi Nasional dan Pelestarian Naskah Kuno mulai tahun ini berupaya mengalokasikan anggaran tidak sedikit untuk kegiatan penelusuran dan penggalian serta pelestarian naskah kuno yang belum tergali keberadaanya. Dengan turun langsung ke lapangan dan menemui tokoh-tokoh sejarah di daerah setempat merupakan upaya untuk terus menggali informasi naskah-naskah kuno yang belum terjangkau oleh tim penelusuran dan penggalian naskah kuno. Upaya ini tentunya memberikan pengaruh positif bagi pemustaka perpustakaan dan “penikmat” informasi mengenai penelusuran naskah kuno ini.

Kegiatan penelusuran dan penggalian naskah kuno sebaiknya terus dilakukan dan digali, serta ditelusuri. Naskah yang diperoleh dirawat dengan baik sebagai bahan edukatif bagi penggunannya dalam hal ini pemustaka perpustakaan sebagai generasi muda penerus bangsa yang akan terus mewarisi tradisi regenerasi kepemimpinan dimasa mendatang  dan mengetahui, serta bangga dengan keanekaragam budaya yang didalamnya menyimpan “sujuta” informasi yang terkandung dalamnya.

Melalui kegiatan penelusuran dan penggalian naskah kuno ini diharapkan adanya usaha-usaha kongkret baru untuk melestarikan naskah kuno dan cinta budaya sebagai sumber informasi bagi masyarakat terutama pemustaka perpustakaan.

Penulis: 
Dian Ekatama, S.I.Pust., Pustakawan DKPUS Prov. Kep. Babel
Sumber: 
DKPUS Babel

Artikel

31/12/2024 | Darma, S.I.Pust, Pustakawan Universitas Bangka Belitung
30/12/2024 | Darma, S.I.Pust, Pustakawan Universitas Bangka Belitung
29/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
21/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
13/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
05/04/2019 | Runi Alcitra amalia
61,926 kali dilihat
05/12/2022 | Riyad, Pustakawan DKPUS Prov. Kep. Babel
32,122 kali dilihat
03/10/2019 | Runi Alcitra Amalia
21,386 kali dilihat

ArtikelPer Kategori