Salah satu upaya untuk peningkatan mutu pendidikan sebagai mana disebutkan dalam UU No. 20 tahun 2003 tersurat bahwa setiap satuan pendidikan jalur sekolah baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat harus menyediakan sumber belajar. Salah satu sumber belajar yang sangat penting adalah perpustakaan, dari mulai tenaga kependidikan, peserta didik maupun staf penyelenggara sekolah memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk memperdalam pengetahuan dengan membaca bahan pustaka yang diperlukan baik yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan maupun sekedar untuk hiburan. Sebagaimana kita tahu bahwa pepustakaan tidak hanya sebagai sumber belajar yang sangat penting, perpustakaan juga berfungsi sebagai pusat pelayanan bahan pustaka, tempat bimbingan membaca, pusat belajar mengajar, pusatinformasi, pusat penelitian sederhana dan pusat rekreasi.
Sekarang ini sangat kita sadari bahwa peran penting perpustakaan ini belum merupakan prioritas utama baik dari pihak sekolah maupun pemerintah karena perpustakaan sekolah yang ada sekarang belum dapat dikatakan memadai dari sisi sarana maupun prasarana termasuk gedung/ruang perpustakaan dan perlengkapannya. Keberadaan perpustakaan sekolah masih kurang mendapatkan perhatian. Seperti halnya Sekolah Dasar ( SD )di Pangkalpinang ini, masih banyak sekolah yang keadaan perpustakaannya belum memadai, baik dari segi keadaan bangunannya maupun perlengkapan koleksi bukunya. Kondisi ini menyiratkan bahwa, penentu kebijakan di sekolah belum memprioritaskan perpustakaan sekolah sebagai program sekolah yang perlu mendapat perhatian lebih untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Untuk dapat sedikit mengatasi kendala-kendala yang ada dan memaksimalkan fungsi perpustakan perlu direncanakan pengaturan tata ruang dan perlengkapan perpustakaan dengan baik. Pendirian gedung perpustakaan perlu mempertimbangkan tujuan yang telah ditetapkan serta fungsi perpustakaan yang bersangkutan. Fungsi perpustakaan juga mempunyai pengaruh terhadap kebutuhan dan susunan ruangan yang diperlukan, karena untuk menampung semua aktivitas perpustakaan, suatu perpustakaan bukan hanya menyediakan ruang kemudian mengisi dengan koleksi yang diatur berdasarkan suatu system tertentu serta siap dipinjamkan tetapi lokasi perpustakaan, aspek penataan ruang, penataan perabot dan perlengkapan, alur petugas dan pengguna serta penerangan perlu diperhatiankan oleh penyelenggara pepustakaan.
Suatu perpustakaan agar dapat menarik perhatian masyarakat yaitu terciptanya suasana ruangan yang aman, nyaman, dan menyediakan akses yang cepat dan tepat waktu ke aneka ragam koleksi sumber daya yang terorganisasi, dirancang dan dikelola sehingga secara estetis pengguna tertarik dan kondusif dalam hiburan serta pembelajaran, dengan panduan dan tanda-tanda yang jelas dan menarik. Dan dimana tata letak semua perlengkapan di ruangan tersusun secara rapi seperti, letak meja, kursi, rak buku, loker tempat penitipan tas dan barang lain sebagainya. Selain itu, tersedianya peralatan perpustakaan yang diperlukan secara langsung dalam mengerjakan tugas/kegiatan di perpustakaan. Yang termasuk dalam perlengkapan perpustakaan seperti , buku pedoman perpustakaan, buku klasifikasi, kartu catalog, buku Induk,kantong buku, lembar tanggal kembali, label, cap inventaris, cap perpustakaan, dll.
DAFTAR PUSTAKA
Kosasih, A., Sos, S., & Pertama, P. (2010). Tata Ruang, Perabot dan Perlengkapan Perpustakaan Sekolah. Malang: Perpustakaan Universitas Negeri Malang. Diakses dari www. google. com tanggal, 13. ( Diakses Pada Tanggal 1 April 2020 )
- 9234 reads
