Primary tabs

PERPUSTAKAAN PERLU MENGIKUTI SELERA GENERASI MILENIAL

Era informasi dan keterbukaan saat ini semakin menunjukkan bahwa betapa pentingnya informasi. Perpustakaan dan teknologi informasi laksana mata rantai yang saling berhubungan, tak terpisahkan satu dengan lainnya. Pengembangan  perpustakaan bertujuan  untuk  membuka  akses  informasi seluas-luasnya  yang  sudah  bahkan  yang  belum  dipublikasikan.  Semakin  besar  jangkauan  dan  informasi  yang  dapat  dilayankan  ke  masyarakat,   semakin   besar   peran   perpustakaan   dalam mencerdaskan masyarakat.   Peran   perpustakaan  yang  menerapkan  teknologi  informasi  harus  mampu  memenuhi  tuntutan  kebutuhan generasi  millenial. Pemanfaatan teknologi informasi di Perpustakaan secara tepat guna dan tepat sasaran, menjadi modal dasar dalam mewujudkan layanan yang sesuai selera generasi millennial. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia daring (KBBI-Daring) disebutkan bahwa milenial adalah berkaitan dengan generasi yang lahir di antara tahun 1980-an dan 2000-an. Secara umum ciri-ciri generasi milenial adalah : berpendidikan tinggi, rasa "diri" yang kuat, melek secara digital, diperkaya dengan teknologi, serta sadar akan layanan perpustakaan. Millennial  adalah  nama  lain  dari  generasi  Y.  Sebuah  generasi  dimana  mereka  berperilaku  sebagai seseorang yang haus akan ilmu. Selalu menanyakan hal-hal baru mengenai informasi yang menjadikan gaya hidup dan perilaku masyarakat berubah. Perubahan gaya hidup dari masyarakat tersebut, mengharuskan pustakawan untuk mengetahui dan mengikuti kebutuhan generasi milenial dengan menjadikan perpustakaan bukan lagi tempat untuk mencari buku semata, namun menjadi tempat untuk ajang berkumpul dan diskusi.

Generasi milenial sekarang ini sangat suka informasi yang sifatnya detail hal ini dipengaruhi cara berpikir mereka yang cepat dan responsif. Sehingga sebagai penyedia informasi, perpustakaan harus meningkatkan fasilitas dan layanan senyaman mungkin agar mereka mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Perpustakaan juga perlu merespons perilaku generasi milenial dengan menyediakan konsep coworking space yaitu konsep ruang kerja yang dapat digunakan bersama-sama di perpustakaan sehingga menciptakan kolaborasi yang menghasilkan hal-hal positif. Selain itu, pustakawan juga perlu melakukan learning user untuk mengetahui selera dari pengguna perpustakaan,”Kita tahu generasi sekarang ada yang suka visual dan gerak, ada  yang suka mempraktikkan, ada juga yang sukanya menyendiri saat berada di perpustkaan, semuanya perlu difasilitasi.

Dengan semangat dan tekad yang kuat, dengan modal penguasaan teknologi informasi serta kemauan untuk mengaplikasikannya bagi kepentingan pengguna perpustakaan sebagai generasi Millenial, diyakini bahwa perpustakaan akan mampu mengikuti dan mewujudkan selera generasi milenial.

 

Daftar Pustaka:

https://ugm.ac.id/id/news/15855-layanan.perpustakaan.perlu.mengikuti.selera.generasi.milenial (diakses januari 2019)

https://medium.com/@HIMAJIP/perpustakaan-dan-generasi-millenial-49fe781c91ee (Diakses januari 2019)

Supriyanto Eko dan Sri Sugiyanti. 2001. Operasionalisasi Layanan Prima. Bahan Ajar Diklatpim Tingkat IV.

Lembaga Administrasi Negara–Republik Indonesia

Penulis: 
Uliarta Simanjuntak
Sumber: 
Pustakawan DKPUS Provinsi Kep. Bangka Belitung

Artikel

31/12/2024 | Darma, S.I.Pust, Pustakawan Universitas Bangka Belitung
30/12/2024 | Darma, S.I.Pust, Pustakawan Universitas Bangka Belitung
29/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
21/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
13/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
05/04/2019 | Runi Alcitra amalia
61,926 kali dilihat
05/12/2022 | Riyad, Pustakawan DKPUS Prov. Kep. Babel
32,122 kali dilihat
03/10/2019 | Runi Alcitra Amalia
21,386 kali dilihat

ArtikelPer Kategori