UUD No.43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, perpustakaan adalah institusi pengelolaan karya tulis, karya cetak, dan karya rekam yang secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Dengan seiringnya Perkembangan teknologi ke arah serba digital saat ini semakin pesat sebagian kebanyakan orang susah untuk pergi keperpustakaan . Pada era digital seperti ini, manusia secara umum memiliki gaya hidup baru yang tidak bisa dilepaskan dari perangkat yang serba elektronik. Kemajuan dalam bidang teknologi informasi menjadi salah satu penggerak utama lahirnya perpustakaan digital. Gagasan perpustakaan digital telah menyadarkan sebagai pustakawan untuk merubah cara kerja mereka dalam mengelola sumber-sumber informasi. Meskipun demikian, kehadiran perpustakaan digital tidak serta merta mengubah atau menghilangkan tradisi kepustakawanan yang telah berlangsung selama puluhan tahun, bahkan ratusan tahun. (Arianto, 2012).
Pendit (2009) mencatat bahwa perpustakaan adalah institusi yang terus mengalami perubahan, adaptif dengan perkembangan teknologi, kendati relatif tak mengalami banyak perubahan tradisi aktivitas pokoknya sebagai penghimpun, penyimpan, serta penyedia rekaman pengetahuan. Tetap berdirinya institusi perpustakaan sejak aksara diguratkan di atas lempengan tanah lempung hingga ke era tablet elektronik, adalah bukti daya adaptabilitas lembaga perpustakaan.perubahan tradisi aktivitas pokoknya sebagai penghimpun, penyimpan, serta penyedia rekaman pengetahuan. Tetap berdirinya institusi perpustakaan sejak aksara diguratkan di atas lempengan tanah lempung hingga ke era tablet elektronik, adalah bukti daya adaptabilitas lembaga perpustakaan Kendati daya adaptabilitas perpustakaan telah terbukti selama berabad - abad, Barner (2011) memperingatkan bahwa saat ini perpustakaan menghadapi tantangan yang jauh lebih besar ketimbang era-era sebelumnya. Seleksi alam masa kini bagi perpustakaan dipicu oleh revolusi teknologi komputer dan jaringan serta infrastruktur lingkungan digital. Perubahan lingkungan digital ini pun mengubah perilaku masyarakat dalam mengakses informasi. Banyak anggota masyarakat, khususnya kalangan sivitas akademika, kini seolah enggan datang ke perpustakaan karena merasa kebutuhan informasi mereka telah terpenuhi hanya dengan menggunakan mesin pencari di internet. Hasil survey Online Computer Library Center (OCLC) pada 2005 menunjukkan bahwa 72% responden berstatus mahasiswa memilih opsi search engines sebagai sumber informasi ketimbang langsung berkunjung ke perpustakaan (14%) atau mengakses online library (10%).
Hal inilah yang mendorong perpustakaan harus beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang mulai serba digital sebagaimana yang terjadi saat ini. Ada beragam tantangan serta kendala baik teknis maupun non teknis yang dihadapi perpustakaan dalam mengawal perubahan dari perpustakaan tradisional yang didominasi koleksi cetak menuju perpustakaan digital.Kendati daya adaptabilitas perpustakaan telah terbukti selama berabda-abad, Barner (2011) memperingatkan bahwa saat ini perpustakaan menghadapi tantangan yang jauh lebih besar ketimbang era-era sebelumnya. Seleksi alam masa kini bagi perpustakaan dipicu oleh revolusi teknologi komputer dan jaringan serta infrastruktur lingkungan digital. Perubahan lingkungan digital ini pun mengubah perilaku masyarakat dalam mengakses informasi. Banyak anggota masyarakat, khususnya kalangan sivitas akademika, kini seolah enggan datang ke perpustakaan karena merasa kebutuhan informasi mereka telah terpenuhi hanya dengan menggunakan mesin pencari di internet. Hasil survey Online Computer Library Center (OCLC) pada 2005 menunjukkan bahwa 72% responden berstatus mahasiswa memilih opsi search engines sebagai sumber informasi ketimbang langsung berkunjung ke perpustakaan (14%) atau mengakses online library (10%). Karena teknologi menjadi alat yang mampu membantu sebagian besar kebutuhan manusia. Teknologi telah dapat digunakan oleh manusia untuk mempermudah melakukan apapun tugas dan pekerjaan. Peran penting teknologi inilah yang membawa peradaban manusia memasuki era digital. Era digital telah membawa berbagai perubahan yang baik sebagai dampak positif yang bisa gunakan sebaik-baiknya. Namun dalam waktu yang bersamaan, era digital juga membawa banyak dampak negatif, sehingga menjadi tantangan baru dalam kehidupan manusia di era digital ini.
Tantangan pada era digital telah pula masuk ke dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, keamanan, dan teknologi informasi itu sendiri. Era digital terlahir dengan kemunculan digital, jaringan internet khususnya teknologi informasi komputer. Media baru era digital memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, bersifat jaringan atau internet. Media massa beralih ke media baru atau internet karena ada pergeseran budaya dalam sebuah penyampaian informasi. Kemampuan media era digital ini lebih memudahkan masyarakat dalam menerima informasi lebih cepat. Dengan media internet membuat media massa berbondong-bondong pindah haluan. Semakin canggihnya teknologi digital masa kini membuat perubahan besar terhadap dunia, lahirnya berbagai macam teknologi digital yang semakin maju telah banyak bermunculan. Berbagai kalangan telah dimudahkan dalam mengakses suatu informasi melalui banyak cara, serta dapat menikmati fasilitas dari teknologi digital dengan bebas dan terkendali. Era digital juga membuat ranah privasi orang seolah-olah hilang. Data pribadi yang terekam di dalam otak komputer membuat penghuni internet mudah dilacak, baik dari segi kebiasaan berselancar atau hobi. Era digital bukan persoalan siap atau tidak dan bukan pula suatu opsi namun sudah merupakan suatu konsekuensi. Teknologi akan terus bergerak ibarat arus laut yang terus berjalan di tengah-tengah kehidupan manusia. Maka tidak ada pilihan lain selain menguasai dan mengendalikan teknologi dengan baik dan benar agar memberi manfaat yang sebesar-besarnya.
Perpustakaan Digital merupakan bagian sebuah jaringan kerja (network). Secara Teoretis, pemakai dapat memperoleh salinan digital sebuah dokumen darimanapun juga, asal saja tak ada kendala keamanan, politik, ekonomi dan sosial. perpustakaan digital masih mengandung konsep awal dari kepustakawanan. Hal ini tercermin dalam kata-kata memilih, mengatur, menawarkan akses, memahami, menyebarkan, menjaga integritas, dan memastikan keutuhan karya. Semua kegiatan ini dilakukan oleh perpustakaan dan berbagai institusi lain seperti pada lembaga arsip, dokumentasi, dan museum sejak manusia mengenal kehidupan yang berbasis buku dan dokumen dalam arti luas.
Dapat disimpulkan bahwa keuntungan perpustakaan Digital yaitu :
1. Perpustakaan digital secara ekonomis lebih menguntungkan dibandingkan dengan perpustakaan tradisional.
2. Institusi dapat berbagi koleksi digital.
3. Koleksi digital dapat mengurangi kebutuhan terhadap bahan cetak pada tingkat lokal.
4. Penggunaannya akan meningkatkan akses elektronik.
5. Nilai jangka panjang koleksi digital akan mengurangi biaya berkaitan dengan pemeliharaan dan penyampainnya.mudah dalam mengakses, memproduksi, dan menyebarkannya.
6. Mendukung program pendidikan jarak jauh.
7. Mudah, cepat, murah dengan jangkauan dunia.
Daftar Pustaka
Haryanto, I. (2019). Jurnalisme Era Digital; Tantangan Industri Media Abad 21.
Basuki, Sulistyo. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta : PT.Gramedia Pustaka Utama, 1993 F
M. Solihin Arianto dan Ahmad Subhan, “Isu – isu pengembangan perpustakaan digital di Indonesia”, dalam Jurnal FKP2T, Tahun 4, No.1, Juni 2012
- 1484 reads
