Primary tabs

Peran Perpustakaan di Era Revolusi Industri 4.0 bagi Generasi Millenial

           Perpustakaan merupakan ladang ilmu yang sangat penting bagi para generasi muda dan penerus bangsa. Sedangkan buku merupakan jendela dunia, dan kegiatan membaca buku merupakan suatu cara untuk membuka jendela tersebut agar kita bisa mengetahui lebih banyak tentang dunia yang belum kita ketahui sebelumnya. Tanpa kita sadari, manfaat membaca buku dapat memberikan banyak inspirasi bagi kita. Namun sayangnya, kegiatan membaca buku akhir-akhir ini telah banyak diabaikan berbagai kalangan dengan alasan kesibukan, maupun karena adanya media yang lebih praktis untuk mendapatkan informasi seperti televisi, radio, maupun media internet.

            Peran perpustakaan sebenarnya sangat penting bagi kaum generasi millenial apalagi pada saat ini dunia sudah memasuki Era Revolusi Industri 4.0. Dimana Era revolusi industri 4.0 ini, terjadi pada masa dimana internet menjadi suatu keniscayaan atau menjadi sesuatu yang harus digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, maka terjadi perub  ahan perilaku generasi millenial yang semakin terbiasa dengan penggunaan teknologi informasi.

            Di era serba digital saat ini, perpustakaan harus bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat melalui penggunaan teknologi informasi, sehingga dampak positifnya terhadap pengembangan sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat bisa dirasakan. Pada Era Revolusi Industri 4.0 ini, perkembangan teknologi sangatlah pesat, untuk memperoleh informasi sangat mudah didapatkan, semua bisa diakses dengan mudah melalui media sosial. Dengan mudahnya, semua jenis informasi yang didapatkan, kita tidak boleh melupakan pentingnya budaya literasi di kalangan generasi penerus bangsa. Menuntut layanan yang serba cepat dan lebih bersikap aktif.

            Pergeseran perkembangan perpustakaan menjadi simbol berubahnya tingkat peradaban. Perubahan dari yang semula apapun konteksnya serba diawali huruf e-(electronic) di depannya, saat ini rupanya sudah mulai bergeser menjadi m-(mobile). Sehingga perpustakaan di era revolusi indutri 4.0 ini disebut dengan M-Library (mobile libray) atau perpustakaan digital yang bisa diakses melalui media internet.

            Pada era revolusi industri 4.0 teknologi semakin canggih dengan berkembangnya cyber physical system, kecerdasan buatan (artificial intelligent), dan teknologi terkini lainnya. Volatility harus direspons dengan tindakan yang cepat. Uncertainty harus direspons dengan tindakan risk literacy. Complexity harus direspons dengan skill complex problem solving. Sedangkan, Ambiguity harus direspons dengan tindakan clarity atau informasi yang jelas dan lengkap.

            Generasi millenial yang ada dalam ekosistem demikian kita kenal sebagai kelompok digital natives. Mengenai pengertian digital native ini Pratama mengutip Oblinger & Oblinger yaitu “seseorang yang dalam kehidupan sehari-harinya sering menggunakan teknologi informasi, dan mereka sudah mengenalnya sejak dini. Sehingga mereka sangat terbiasa menggunakan bantuan teknologi informasi dalam kesehariannya termasuk dalam akses informasi. Generasi yang hidup pada masa inilah disebut sebagai generasi millennial atau orang menyebutnya generasi Y. Generasi ini adalah generasi yang lahir pada rentang tahun 1980 - 1990, atau pada awal 2000. Dengan kata lain, generasi millennial ini adalah anak-anak muda yang saat ini berusia antara 19-39 tahun. Mengapa kita perlu mengenali ciri-ciri generasi millennial? Kita perlu mengenali ciri-ciri generasi ini karena kita berhadapan dengan kelompok generasi ini.

           Di dalam memberikan layanan perpustakaan tentu kita harus mempertimbangkan sifat dan ciri-ciri generasi ini agar layanan yang kita berikan dapat memenuhi kebutuhan mereka. Generasi millennial ini memiliki ciri seperti:

(1) Gampang bosan pada barang yang dibeli;

(2) Sangat bergantung pada Gadget (No Gadget No Life);

(3) Hobi melakukan pembayaran non-cash;

(4) Suka dengan yang serba cepat dan instan;

(5) Memilih pengalaman daripada aset;

(6) Berbeda perilaku dalamgrup satu dan yang lain;

(7) Jago multitasking;

(8) Kritis terhadap fenomena sosial;

(9) Dikit-dikit posting;

(10) Tapi, bagi millennial sharing is cool.

Perpustakaan harus menyikapinya secara positif sehingga perpustakaan tidak ditinggalkan oleh para penggunanya. Era industri 4.0 ini menjadi cambuk bagi perpustakaan dan pustakawan untuk berbenah dan melakukan yang terbaik untuk eksistensi perpustakaan di tengah masyarakat sehingga bisa memberikan kontribusi yang positif bagi generasi-generasi yang akan datang.

 

DAFTAR PUSTAKA

            https://www.idntimes.com/life/inspiration/sinta-wijayanti-d/10-ciri-dasar-generasi-millennial-c1c2            https://www.mimbarsumut.com/sumut/tebingtinggi/wabup-sergai-perpustakaan-merupakan-ladang-ilmu.html

Penulis: 
Runi Alcitra Amalia
Sumber: 
Pustakawan DKPUS Provinsi Kep. Bangka Belitung

Artikel

31/12/2024 | Darma, S.I.Pust, Pustakawan Universitas Bangka Belitung
30/12/2024 | Darma, S.I.Pust, Pustakawan Universitas Bangka Belitung
29/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
21/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
13/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
05/04/2019 | Runi Alcitra amalia
61,926 kali dilihat
05/12/2022 | Riyad, Pustakawan DKPUS Prov. Kep. Babel
32,122 kali dilihat
03/10/2019 | Runi Alcitra Amalia
21,386 kali dilihat

ArtikelPer Kategori