Primary tabs

PERAN PERPUSTAKAAN DALAM MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK MELALUI KEGIATAN STORY TELLING

Buku merupakan jendela dunia. Buku menghubungkan kita dengan dunia luar yang tidak kita ketahui sebelumnya. Sebagai contoh, kita tidak perlu pergi ke Roma untuk mengetahui seperti apa kota Roma. Dengan membaca buku ensiklopedia deskripsi kota Roma pun terefleksikan. Buku juga dapat membawa kita ke berbagai tempat di dunia tanpa harus mengeluarkan banyak uang. Dengan buku kita dapat menambah ilmu pengetahuan tanpa perlu beranjak. Salah satu contoh tersebut dapat menggambarkan betapa pentingnya keberadaan buku dalam dunia ilmu pengetahuan baik formal maupun non formal.

Hampir sebagian besar anak-anak familiar dengan keberadaan buku dalam kesehariannya. Sewaktu usia sekolah dasar mungkin kita merasa ikut berpetualang dengan Julian, Dick, Anne, George dan Timmy dalam buku Lima Sekawan atau ikut berfantasi melalui dongeng-dongeng putri, pangeran, peri, penyihir dan puteri duyung karya Hans Christian Andersen, atau tertawa geli oleh kisah dalam komik Asterix-Obelix nya Lucky Luke. Bahkan diantara kita pasti amat kenal dengan tokoh Paman Gembul dalam majalah Bobo.

Hal ini menunjukkan bahwa bagaimanapun juga buku memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan anak-anak. Buku dapat mengembangkan imajinasi mereka untuk kreativitas. Selain itu juga memberikan pengetahuan-pengetahuan baru yang dapat menjadi pemicu bagi mereka untuk mengetahui dan mengenal dunia seluas-luasnya.

Menyadari betapa besar manfaat buku bagi anak, maka diharapkan minat baca anak dapat terbentuk sejak dini. Melalui buku, mereka tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkan setelah dewasa nanti. Mengingat banyaknya buku-buku yang diterbitkan khusus untuk anak-anak dari berbagai usia (bahkan usia bayi dan balita), karena itu tidak ada alasan untuk tidak memulai memperkenalkan bacaan sejak usia dini.

Dalam hal ini peran perpustakaan sangatlah besar. Disamping menyediakan fasilitas untuk membaca, perpustakaan diharuskan dapat memotivasi anak-anak untuk cinta buku sehingga menjadi rajin membaca.

Oleh karena itu perlu dibuatkan program yang dapat meningkatkan minat baca anak sejak usia dini. Program tersebut dapat memiliki tujuan sebagai berikut:

  1. Meningkatkan minat baca pada anak-anak;
  2. Anak-anak belajar untuk mulai membaca dan menikmati bacaan itu sendiri;
  3. Meningkatkan kreativitas anak;
  4. Terbentuknya insan-insan berkualitas dari kalangan anak-anak yang belajar untuk mencintai buku.

Story telling adalah salah satu program yang dapat meningkatkan minat baca anak-anak sejak usia dini. Melalui story telling, kebutuhan imajinasi dan fantasi anak-anak dapat tersalurkan sehingga dapat memperluas wawasan dan cara berpikir anak-anak. Dengan adanya story telling yang dilaksanakan oleh perpustakaan, dapat menumbuhkan minat baca anak-anak dan kecintaan mereka terhadap buku.

Penulis: 
DIAH WIDYASTUTI
Sumber: 
Pustakawan DKPUS Provinsi Kep. Bangka Belitung

Artikel

31/12/2024 | Darma, S.I.Pust, Pustakawan Universitas Bangka Belitung
30/12/2024 | Darma, S.I.Pust, Pustakawan Universitas Bangka Belitung
29/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
21/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
13/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
05/04/2019 | Runi Alcitra amalia
61,931 kali dilihat
05/12/2022 | Riyad, Pustakawan DKPUS Prov. Kep. Babel
32,130 kali dilihat
03/10/2019 | Runi Alcitra Amalia
21,392 kali dilihat

ArtikelPer Kategori