Primary tabs

KONTRIBUSI POSITIF PERPUSTAKAAN KOMUNITAS SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN KREATIFITAS MASYARAKAT

Pemerintah saat ini telah memfasilitasi didirikannya berbagai macam perpustakaan, dimulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota dan tingkat provinsi. Di tingkat desa/kelurahan didirikan perpustakaan yang bisa mengembangkan kreatifitas masyarakat yaitu perpustakaan komunitas. Pada umumnya perpustakaan ini didirikan di tempat yang strategis, ramai dan dekat dengan pusat aktivitas masyarakat.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Sutarno NS bahwa keberadaan sebuah perpustakaan di dalam komunitas masyarakat sering muncul karena hal-hal berikut : pertama, adanya keinginan yang datang dari kalangan masyarakat luas untuk terselenggaranya perpustakaan karena mereka membutuhkan; kedua, adanya keinginan dari suatu organisasi, lembaga, atau pemimpin selaku penanggung jawab institusi di suatu wilayah untuk membangun perpustakaan; ketiga, adanya kebutuhan yang dirasakan oleh kelompok masyarakat tertentu tentang pentingnya sebuah perpustakaan; keempat, diperlukan wadah atau tempat yang bisa untuk menampung, mengolah, memelihara dan memberdayakan berbagai hasil karya umat manusia dalam bentuk ilmu pengetahuan, sejarah penemuan, budaya dan lain sebagainya.

Dalam perkembangannya, perpustakaan komunitas mempunyai beberapa nama atau istilah seperti Pondok Baca, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Rumah Baca dan lain sebagainya. Beberapa istilah tersebut mengacu pada lembaga atau unit layanan yang menyediakan bahan bacaan untuk sekelompok masyarakat di suatu wilayah dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat. Perpustakaan komunitas layaknya berdayaguna dan berhasilguna di masyarakat yang dapat menjadi pusat kegiatan belajar dan mengajar serta pengembangan bakat dan minat dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada. Perpustakaan komunitas juga dapat memberikan warna baru dalam upaya mencegah, menanggulangi dan melakukan perbaikan dari hal negatif menjadi positif kepada masyarakat serta memenuhi rasa keingintahuan dan kegemaran mereka dalam upaya mencari informasi dan menggali informasi yang dibutuhkan.

Sebagai media pengembangan kreatifitas masyarakat, perpustakaan komunitas dapat berperan aktif dalam memberikan kontribusi positif melalui pengembangan minat baca dengan menggunakan bantuan buku tercetak maupun e-book sehingga tercapai minat dan bakat belajar melalui buku bacaan yang bermutu. Selain itu perpustakaan komunitas juga dapat menjadi ajang yang menjembatani terlaksananya kegiatan-kegiatan positif dan kreatif masyarakat, diantaranya:

  1. Kegiatan story telling, yang ditujukan untuk anak-anak. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan minat dan kegemaran membaca di kalangan anak-anak,
  2. Kegiatan movie screening, yaitu pemutaran film. Film yang diputar tidak hanya berisikan unsur hiburan saja, tetapi juga mengandung nilai-nilai edukatif dan informatif,
  3. Kegiatan kreatif dan inovatif yang dapat menarik minat masyarakat agar lebih intensif dalam mengikuti kegiatan di perpustakaan komunitas seperti perlombaan menggambar, lomba membuat grafiti, lomba membuat sinopsis buku dan lain sebagainya,
  4. Mengadakan kegiatan olahraga seperti beladiri karate yang dapat menciptakan jiwa-jiwa bermental kuat,
  5. Bekerja sama dengan lembaga pemerintah seperti puskesmas untuk memberikan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat mengenai isu yang sedang berkembang sebagai contoh sosialisasi imunisasi MR agar anak-anak tidak terjangkit penyakit rubella,
  6. Mengadakan pelatihan yang dapat menambah keterampilan masyarakat seperti mengenai tata cara merajut yang bersumber dari buku yang ada,
  7. Perpustakaan komunitas juga dapat menarik kemauan kelompok pemuda usia produktif untuk mengadakan kegiatan-kegiatan kreatif dengan memanfaatkan lahan yang ada menjadi bernilai ekonomi.

Selain sebagai wadah yang memfasilitasi potensi masyarakat melalui pengembangan minat dan bakat masyarakat dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada, perpustakaan komunitas juga bisa menjadi media pengembangan kreatifitas masyarakat yang dapat menciptakan kesadaran masyarakat untuk mampu membuka wawasan baru terhadap perkembangan diri melalui berbagai aspek kehidupan.

 

Referensi :

Sutarno NS. 2003. Perpustakaan dan Masyarakat. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia 

Penulis: 
DIAH WIDYASTUTI
Sumber: 
Pustakawan DKPUS Provinsi Kep. Bangka Belitung

Artikel

31/12/2024 | Darma, S.I.Pust, Pustakawan Universitas Bangka Belitung
30/12/2024 | Darma, S.I.Pust, Pustakawan Universitas Bangka Belitung
29/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
21/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
13/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
05/04/2019 | Runi Alcitra amalia
61,931 kali dilihat
05/12/2022 | Riyad, Pustakawan DKPUS Prov. Kep. Babel
32,130 kali dilihat
03/10/2019 | Runi Alcitra Amalia
21,392 kali dilihat

ArtikelPer Kategori