Setiap melihat surat kabar dan informasi-informasi peting yang terkandung di dalamnya, pikiranku seakan melayang ke masa saat melakukan tugas yang diberikan oleh guru. Menggunting lembaran informasi serta merekatkan informasi tersebut ke sebuah kertas putih menggunakan perekat sehingga menjadi lembaran informasi baru dalam bentuk baru. Jadilah sebuah kliping.
Kegiatan yang terus dilakukan bahkan hingga saat ini. Bahkan pada generasi muda seperti anak saya juga masih melaksanakan kegiatan ini. Luar biasa, ternyata pendidikan literasi telah diajarkan kepada kita sejak masih dini. Cuma, kita masih belum memahami hal ini pada waktu kecil dulu. Berterima kasihlah kepada para guru yang telah mengajarkan betapa pentingnya informasi dan dokumentasi.
Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia dimana kliping adalah guntingan artikel atau berita dari surat kabar, majalah, dan sebagainya yang dianggap penting untuk disimpan atau didokumentasikan; Begitu juga dengan Lasa, 2006 yang menyampaikan bahwa kliping merupakan kegiatan pengguntingan atau pemotongan bagian-bagian surat kabar maupun majalah, kemudian disusun dengan sistem tertentu dalam berbagai bidang. Jadi setiap kegiatan menggunting artikel hingga berita yang ada di media massa dan menempel pada bidang lain inilah yang kliping. Kliping tidak hanya menampilkan artikel ataupun berita, terkadang kliping juga bisa mengambil potongan gambar yang diterbitkan oleh media cetak.
Adapun teknik penyusunan kliping dibagi menjadi 2 (dua) yaitu sistem yang pertama evixe, dimana penyusunannya menitikberatkan pada satu judul surat kabar/ majalah yang terbit dalam jangka waktu tertentu sesuai kronologis. Kemudian sistem yang kedua adalah sistem ordnere dimana penyusunannya berdasarkan satu subjek tertentu dengan sumber informasi dari berbagai surat kabar atau majalah, hal yang diperhatikan adalah subjeknya tanpa memperhatikan judul surat kabar maupun waktu kronologisnya.
Kegiatan ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Kegiatan ini mampu memberikan berbagai informasi yang baik. Bahkan bila diberdayakan, kliping seperti sebuah harta karun informasi yang mengemas informasi pada masanya. Apabila memiliki arsip kliping masa lalu, maka kliping ini mampu mengisahkan informasi pada masa lalu tersebut. Dan tentu saja akan semakin menarik karena informasi yang disampaikan oleh kliping terkadang melewati masa lalu kita. Pemustaka seakan masuk ke masa lalu hanya dengan melihat dan membaca informasi yang terkandung pada sebuah kliping yang dibuat pada masa lampau.
Apalagi di era teknologi informasi saat ini, arus informasi tidak hanya dapat dijangkau lewat media cetak. Informasi dalam jaringan (daring) lebih mudah diakses oleh setiap orang, terlebih gadget hampir dimiliki sejumlah besar masyarakat. Ini merupakan sebuah peluang untuk kembali mengembangkan informasi kliping kepada khalayak. Selain menyebarkan infomasi, tentu ada orang-orang yang menyukai kliping ini. Tidak hanya informasinya, tetapi juga gambar-gambar yang ada pada kliping menjadi minat tersendiri bagi sebagian orang.
Mengingat bahwa kliping juga merupakan salah satu informasi sehingga ada baiknya untuk ikut didokumentasikan pada perpustakaan. Maka hendaklah kliping dibuat sebagus mungkin. Dengan harapan banyak pemustaka yang ikut memanfaatkan informasi yang ada pada sebuah kliping.
Mengingat kemajuan teknologi informasi masa kini sudah sedemikian pesat, maka ada baiknya juga kliping yang telah disusun bentuk fisiknya dapat juga dibuatkan bentuk soft copy nya. Dalam format yang dapat diakses melalui media dalam jaringan. Dengan harapan informasi yang telah dibuat akan dengan mudah diakses dan ditemu kembali. Salam literasi.
DAFTAR PUSTAKA
https://kbbi.web.id/kliping diakses pada 08 Juni 2016.
Nurhayati, Muthia (2016). Upaya memberdayakan kliping koran untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna. Media pustakawan Vol 23, No 2 (2016), 65-70. Diakses pada 08 Juni 2016.
- 607 reads
