Sekolah bisa menjadi wahana pengembangan minat baca peserta didik. Tentu untuk meningkatkan minat baca anak kita perlu juga menyediakan sarana dan prasarana untuk membaca agar siswa betah dan tertarik untuk membaca, sebagai seorang guru kita perlu menumbuhkan kegemaran membaca pada anak didik sejak dini.
Di sekolah, kepala sekolah, guru, bahkan seluruh personel sekolah hendaknya turut berpartisipasi aktif dalam membina untuk tumbuh dan berkembangnya minat baca siswa. Hal ini antara lain melalui peningkatan fungsi pojok baca yang dapat menyediakan berbagai perangkat dan bahan untuk keperluan aktivitas membaca dan belajar siswa agar membuat siswa merasa nyaman saat membaca.
Adapun manfaat dari pojok baca di setiap kelas memiliki manfaat antara lain:
- Dapat merangsang siswa untuk lebih gemar membaca dan memiliki daya pikir yang baik.
- Mendekatkan buku pada siswa sehingga siswa lebih tertarik membaca.
- Membantu Perpustakaan Sekolah dalam membudayakan rutinitas membaca, di saat buku yang ingin dibaca siswa tidak tersedia di Perpustakaan Sekolah.
- Dapat dikaitkan sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran oleh guru.
Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, perpustakaan sebagai wahana belajar sepanjang hayat dalam mengembangkan potensi anak didik agar menjadi manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, terampil, kreatif, dan mandiri. Untuk itu, salah satu upaya perpustakaan dalam mewujudkan bangsa yang berbudaya baca, maka perpustakaan melakukan pembinaan minat baca. Pembinaan minat baca merupakan langkah awal sekaligus cara efektif untuk menumbuhkan minat baca kepada anak karena dimasa anak-anak merupakan masa yang tepat untuk menanamkan sebuah kebiasaan yang nantinya kebiasaan ini akan terbawa hingga dewasa. Dengan kata lain, apabila sejak kecil anak terbiasa membaca, maka kebiasaan membaca akan terbawa hingga dewasa. Kebiasaan membaca merupakan sesuatu yang penting dan fundamental yang harus dikembangkan sejak dini dalam rangka untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Hal ini tidak lain karena membaca dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan. Anak yang memiliki pengetahuan dan wawasan tentunya akan lebih berhasil dalam setiap tahap kehidupannya misalnya dalam pendidikan maupun cara pandang.
Keluarga menjadi faktor dominan dalam pembentukan karakter serta kebiasaan anak karena keluarga menjadi media yang efektif untuk menumbuhkan suatu kebiasaan membaca, maka secara tidak langsung seluruh anggota keluarga tersebut menjadi gemar membaca. Dengan kata lain, keluarga dapat dijadikan sebagai sarana pembinaan minat baca pada anak. Dari kebiasaan membaca ditingkat keluarga inilah, kemudian berkembang menjadi budaya membaca. Orang tua perlu menumbuhkan minat baca anak dengan menyediakan buku dan bahan bacaan lainya yang dapat membuat minat anak untuk membaca. Selanjutnya orang tua harus memberikan tauladan untuk membaca. Dengan begitu anak dapat meniru perilaku orang tuanya yang dianggap sebagai figur.
Langkah-langkah berikut dapat menjadi acuan menciptakan Pojok Baca di setiap kelas. Baik di jenjang SD maupun jenjang di atasnya.
- Guru membuat konsep Pojok Baca kemudian mulai menyiapkan segala perlengkapannya. Mulai fasilitas baca, hiasan, pagar pembatas hingga penyediaan buku-buku.
- Pagar atau pembatas area Pojok Baca bisa menggunakan tali plastik yang dibalut dengan kertas hias. Kaitkan pada tiang kokoh (bisa menggunakan paralon dan pot yang disemen) yang ditempatkan membentuk area baca.
- Hiaslah dinding dengan desain artistik, bisa ditempel kertas origami yang sudah dibentuk dengan berbagai desain, membuat pohon literasi, kalimat-kalimat motivasi pendidikan dan sebagainya
- Bila diberi kursi justru tampak sempit, gunakan meja baca lesehan.
- Tempatkan rak buku secara artistik dengan buku-buku atau bahan bacaan lain yang telah disiapkan sebelumnya.
- Buatlah jadwal piket untuk menjaga kebersihan Pojok Baca.
Agar Pojok Baca selalu dikunjungi dan dimanfaatkan siswa, maka harus dibuat semenarik mungkin. Guru juga harus kreatif dan bisa membimbing siswa untuk meningkatkan minta baca siswa menjadi meningkat dari yang biasanya malas untuk membaca dengan adanya pojok baca ini menjadi semngat dalam membaca.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Syaiful Bahri. Pojok Baca: Solusi Alternatif Tingkatkan Budaya Baca di Sekolah.
http://www.suarakuningan.com/2016/01/pojok-baca-solusi alternatif tingkatkan.html
- 927 reads
