Primary tabs

Ibu, Perpustakaan Pertama Bagi Anak-anak

Selama ini kita sudah sangat akrab sekali dengan istilah “Surga berada di bawah telapak kaki ibu”. Ungkapan ini seperti kalimat yang tidak akan pernah luntur. “Surga berada di bawah telapak kaki ibu”, ini menggambarkan betapa sungguh mulianya kedudukan seorang ibu dalam sebuah keluarga. Salah satunya adalah sebagai sosok pertama atau madrasah pertama bagi anak-anak tercintanya. Ibu harus mempunyai martabat keluhuran pribadi yang tercermin dalam sikapnya yang santun, sabar, penyayang, dan lemah lembut. Ibu adalah pendidik pertama bagi anak untuk memperoleh pendidikan. Ibu adalah perpustakaan pertama bagi anak-anaknya. Jadi, ibu berperan sentral bagi perkembangan buah hatinya. Ibaratnya sebagai perpustakaan yang kaya akan sumber informasi dan ilmu pengetahuan sepanjang hayat.

Anak menjadi tercukupi kebutuhan informasi dalam periode kehidupannya jika ada dukungan yang luar biasa dari ibunya. Anak perlu didukung tidak hanya dari sudut pandang psikologis, tetapi juga dari sudut pandang yang lebih praktis, misalnya dengan melibatkan anak dalam aktivitas ringan ibu selama di rumah. Sebagai pengingat, keluarga yang harmonis pasti didalamnya ada keberkahan yang dibalut dengan sakinah mawaddah warahmah dan selalu dimulai dari nilai-nilai keimanan. Keberkahan dari Allah SWT selalu menghadirkan kebahagiaan dan ketenangan jiwa. Begitu juga peran ibu akan menjadi berkah bagi anak dan keluarganya. Anak merupakan generasi penerus, sehingga wajib mendapatkan pendampingan dan pendidikan terbaik dari orang tua khususnya dari seorang ibu. Pengalaman masa kecil anak yang nyaman diharapkan dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak ke depannya. Pendampingan ibu menjadi salah satu fondasi vital bagi tumbuh kembang kecerdasan emosional dan kemajuan anak.

Ibuku Perpustakaanku. Mengapa harus Ibu yang menjadi perpustakaan pertama bagi anak? Karena ibu adalah sosok perempuan yang mulia, tidak ada seorang anak pun yang lahir tanpa melalui rahim seorang ibu. Untuk bisa menjadi ibu yang baik memang bukan perkara mudah. Ini berawal dari ibu mulai mengandung, melahirkan, menyusui sampai dengan tumbuh kembang seorang anak. Peran seorang ibu sungguh tidak ternilai dan tidak bisa digantikan dengan apapun yang ada di dunia ini.

Selain itu, peranan ibu sangat penting, ibu merupakan tempat yang paling nyaman bagi anak-anak untuk berlindung, mencurahkan isi hati, maupun berbagai hal lainnya bagi seorang anak. Ibu adalah perpustakaan pertama bagi anaknya, sebagaimana kita semua tahu bahwa perpustakaan adalah gudangnya informasi. Sehingga peran ibu sangat berpengaruh, selain itu peran ibu dapat diaplikasikan sebagai sumber informasi bagi anak. Sebagai sumber informasi bagi anak, ibu hendaknya harus berpikir kreatif, inovatif dalam menjalankan fungsinya sebagai perpustakaan pertama bagi pertumbuhan anak. Maksudnya adalah ibu harus menjadi subyek pertama yang berperan dalam memberikan berbagai macam kebutuhan informasi dan pengetahuan bagi anaknya. Segala macam pertanyaan dari anak bisa terjawab oleh ibu. Seorang ibu harus rajin membaca agar ilmunya bisa diteruskan dan diterapkan kepada anaknya.

Ibu yang selalu mengerti apa yang diinginkan, dibutuhkan anaknya. Karena itu ibu harus selalu ada dan selalu mendampingi anaknya dalam kondisi apapun. Ibu harus membimbing dan  mengajarkan anaknya. Peran sentral ibu sebagai perpustakaan pertama bagi anak-anaknya merupakan sesuatu yang perlu diperjuangkan dan dipertahankan. Peran menjadi aspek dinamis yang menyangkut kedudukan seorang yang berstatus sebagai ibu, sehingga ibu ideal harus bisa melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukan yang dimiliki. Ibu yang berhasil menjalankan perannya secara maksimal sebagai seorang ibu, pasti menjadi dambaan semua anak. Tanpa kehadiran ibu, maka akan mempengaruhi bagaimana anak berkembang ke depannya.

Di akhir tulisan ini, Penulis menghimbau kepada semua wanita, ibu dan calon-calon ibu, marilah kita berperan menjadi perpustakaan pertama bagi anak-anak kita. Tempat belajar pertama kali seorang anak adalah ibu. Ibu adalah gudang informasi.  Jika seorang ibu dapat memberikan pendidikan yang baik dan wawasan yang baik kepada anak, maka niscaya anaknya juga akan berkembang dengan baik. Selain itu, ibu juga harus giat mendorong anaknya untuk  terus belajar dan belajar meningkatkan pengetahuan, informasi dan wawasan.

 

Penulis: 
Fatmawati, Pustakawan Penyelia Pada DKPUS Prov. Kep. Babel
Sumber: 
DKPUS Prov. Kep. Babel

Artikel

31/12/2024 | Darma, S.I.Pust, Pustakawan Universitas Bangka Belitung
30/12/2024 | Darma, S.I.Pust, Pustakawan Universitas Bangka Belitung
29/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
21/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
13/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
05/04/2019 | Runi Alcitra amalia
61,926 kali dilihat
05/12/2022 | Riyad, Pustakawan DKPUS Prov. Kep. Babel
32,122 kali dilihat
03/10/2019 | Runi Alcitra Amalia
21,386 kali dilihat

ArtikelPer Kategori