Primary tabs

GURU-KU PUSTAKAWAN-KU

Dalam dunia pendidikan profesi guru merupakan tonggak utama pendidikan, jika diibaratkan dalam agama islam, guru bisa dikatakan sebagai kewajiban sholat yang menjadi tiangnya agama. Semua kalangan baik itu perseorangan maupun instansi, baik muda maupun tua, baik sakit maupun sehat pasti menyadari bahwa profesi seorang gurulah sebagai penggerak pendidikan. Namun bagaimana dengan profesi pustakawan? Diyakini sedikit sekali dari golongan masyarakat kita yang kenal profesi itu. Bahkan banyak yang bertanya apakah itu dianggap sebagai profesi? Mungkin yang beranggapan demikian harus kita ceramahi UUD No. 43 tahun 2007 dulu setiap harinya ya baru paham, mungkin.

 Namun kita bisa mengabaikan fenomena itu sejenak. Lupakan sakit hati para pustakawan dan  tenangkan diri anda. Berdasar atas profesi pustakawan yang memang masih terbatas alias limited edition tersebut maka pemanfaatan tenaga guru lah yang menjadi solusi. Memanfaatkan bagaimana? Dengan sedikitnya tenaga pustakawan yang berada di lembaga pendidikan baik itu tingkat SD, SMP, maupun SMA maka mau tidak mau suka tidak suka harus ada profesi guru yang mengambil tanggung jawab tersebut. Alangkah bahagia nya pihak sekolah jika memiliki tenaga guru yang juga berkompeten dalam bidang pengelolaan perpustakaan, begitupun bahagia juga pustakawan karena telah berbagi tanggung jawab dengan pihak guru, hehehe..

Selanjutnya pustakawannya bagaimana? Apakah dimusnahkan saja? Jangan dong, Pustakawan tentu tetap mengambil peran dalam hal yang lebih elit, yakni membina guru tersebut. Melalui hal ini maka tujuan masing-masing tetap tercapai. Guru tetap dianggap sebagai tenaga pendidik yang mencerdaskan kehidupan bangsa dan pustakawan membina sang guru untuk meningkatkan kecerdasannya, tentu tetap dalam ranah perpustakaan ya. Sambil pustakawan tetap dengan kegiatan pokoknya yaitu mencari peminat, pelamar, dan calon bibit-bibit unggul pustakawan lainnya agar profesi ini tidak punah dan tetap bisa eksis di negeri tercinta ini.

Apakah memungkinkan bagi seorang guru yang mengajar di kelas sekaligus harus menjadi pustakawan di perpustakaan? Mungkin saja pasti mungkin, di Indonesia sendiri hingga kini tenaga guru tetap terlibat dalam perpustakaan umumnya sebagai Pembina, kedepannya kita harapkan bukan namanya saja sebagai Pembina tapi juga beliau harus tau dasar-dasar pengelolaan perpustakaan tersebut. Seorang guru pustakawan atau bahasa kerennya biasa disebut teacher librarian/TL diharap  mampu membantu siswa-siswa menemukan informasi yang reliabel untuk mendukung proses belajar mereka di bangku sekolah. Dengan dua kompetensi yang dimiliki seorang TL memiliki tugas yang strategis dalam mengembangkan perpustakaan sekolah, mengintegrasikan perpustakaan dengan kurikulum sekolah, sehingga tercipta hubungan yang sangat baik antara proses pembelajaran-guru-perpustakaan (Ilham Mashuri: 2015).

Di beberapa negara isu ini sudah ditanggapi serius dengan adanya aturan yang membahas akan hal itu, di Indonesia juga sebenarnya sudah ditanggapi dengan munculnya Permendiknas yang mengatur Standar Kompetensi  tenaga perpustakaan sekolah. Namun balik lagi di lapangan hal ini belum diseriusin. Daripada capek nunggu diseriusin terus ada baiknya kita jemput bola. Mulai dari kesadaran masing-masing profesi untuk tetap saling mendukung dan tolong menolong. Kedepannya diharapkan baik dari pihak sekolah, pihak instansi Pembina baik pihak pendidikan maupun pihak perpustakaan dapat menjalin kerjasama yang apik demi terwujudnya Indonesia cerdas.

 

DAFTAR PUSTAKA

Ilham Mashuri. 2015. “Guru Pustakawan (Teacher Librarian) : Perbandingan Di Beberapa Negara”, Al-Kuttab. Vol. 2.

Penulis: 
Cahya Tri Wulan
Sumber: 
Pustakawan DKPUS Pemprov Babel

Artikel

31/12/2024 | Darma, S.I.Pust, Pustakawan Universitas Bangka Belitung
30/12/2024 | Darma, S.I.Pust, Pustakawan Universitas Bangka Belitung
29/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
21/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
13/12/2023 | DKPUS Prov. Kep. Babel
05/04/2019 | Runi Alcitra amalia
61,931 kali dilihat
05/12/2022 | Riyad, Pustakawan DKPUS Prov. Kep. Babel
32,130 kali dilihat
03/10/2019 | Runi Alcitra Amalia
21,392 kali dilihat

ArtikelPer Kategori